Mentalitas Public Speaking

Kepercayaan Yang Membelenggu

Kepercayaan Yang Membelenggu

Hidup selalu menyajikan berbagai macam tantangan menarik untuk dihadapi. Setiap tantangannya membuat diri semakin terpecut melakukan usaha terbaik dalam hidup. Alhasil, tantangan demi tantangan menjadi media sehingga diri bisa terus bertumbuh.

Beberapa waktu ke belakang saya bertemu dengan banyak orang yang ingin belajar public speaking. Sebagian diantaranya ingin berani tampil di depan umum. Hanya saja, banyak hambatan yang membuat mereka enggan untuk tampil. Tentu saja, hal itu membuat mereka selalu melewatkan kesempatan untuk tampil.

Menariknya, hambatan yang membuat mereka enggan untuk tampil adalah hal yang sama. Muncul kekhawatiran yang bahkan belum tentu terjadi. Mulai dari takut lupa, malu dilihat orang banyak, tidak bisa mengendalikan grogi dan lainnya.

Kekhawatiran tersebut seakan masalah besar bagi mereka. Padahal apa yang mereka khawatirkan belum tentu terjadi. Jika Anda mengalami hal serupa, maka Anda sudah terjerat kedalam kepercayaan yang membelenggu.

Kepercayaan yang membelenggu membuat diri menjadi terbatas. Belenggu tersebut seakan menjadi kepercayaan bahwa Anda tidak akan bisa tampil. Korelasinya jika Anda tampil maka akan gagal!

Pola tersebut terbentuk semakin kuat dan membuat Anda terbelenggu dengan kepercayaan yang Anda ciptakan sendiri. Padahal pada kenyataannya tidak seperti itu. Sudah banyak orang yang berhasil tampil di depan umum dan mengalahkan belenggunya.

Jangan batasi diri Anda dengan kepercayaan semu. Ciptakanlah kepercayaan yang justru menguatkan Anda untuk tampil di depan umum. Jika dulu kepercayaan bisa membelenggu Anda, maka sebaliknya, kepercayaan pun bisa menguatkan dan memberdayakan Anda.

Sudah waktunya bagi Anda mengganti sudut pandang dalam menyikapi kejadian. Artinya, jika Anda mendapat kesempatan tampil, ga ada lagi alasan yang membatasi diri Anda. Sejatinya akan muncul alasan yang justru memberdayakan Anda untuk tampil.

Yuk ganti sudut pandang kepercayaan Anda dari kepercayaan yang membelenggu menjadi kepercayaan yang memberdayakan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *