Tips Public Speaking

Ethos, Pathos dan Logos dalam Public Speaking!

Ethos, Pathos dan Logos dalam Public Speaking!

“Stories are just data without a soul”

-Brene Brown, TEDx Houston 2010-

Presentasi adalah hal yang akan selalu ditemukan oleh setiap orang dalam bidang pekerjaan yang dilakukannya. Secara umum, presentasi adalah proses menyampaikan pesan kepada lawan bicara kita. Namun, menyampaikan pesan akan terasa biasa bahkan tidak berdampak jika hanya sekedar menyampaikan. Sudah berapa banyak pesan yang kita sampaikan namun tak orang dengar dan orang pahami?

Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, sudah waktunya bagi Anda menyampaikan pesan dengan cara yang berbeda. Brene Brown, salah seorang pembicara di TEDx Houston mengatakan bahwa cerita atau presentasi hanyalah sebuah data jika tidak disampaikan dengan jiwa Anda.

Perlu sebuah seni agar pesan yang Anda sampaikan dapat diterima oleh audience. Carmine Gallo, dalam bukunya yang berjudul “Talk Like TED” pernah menyampaikan satu teori komunikasi yang ditemukan oleh seorang filsuf ternama, yaitu Aristoteles.

Dalam buku Talk like TED dibahas tentang teori komunikasi Aristoteles yang mampu mengubah cara bicara semakin efektif. Ada tiga unsur yang dapat dioptimalkan saat berbicara di depan umum.

  1. Ethos

Ethos adalah kredibilitas atau karakter yang dilihat oleh audience. Saat Anda berbicara, audience akan melihat siapa orang yang sedang berbicara. Membangun ethos tentu membutuhkan proses yang panjang. Biasanya seorang pakar yang memiliki ethos sangat tinggi. Misal, saat Anda mendengar parenting, siapakah tokoh yang muncul dalam benak Anda? Jawabannya tak akan jauh dari Bunda Elly Risman, Ayah Eddy, Kak Seto atau Bunda Septi Peni Wulandani. Betulkan? Yes, jawaban itu muncul karena sudah bertahun-tahun mereka membangun ethos. Sangat wajar bila mereka berbicara parenting akan ada banyak orang yang siap mendengarkan. So, bangunlah ethos Anda dari sekarang.

  1. Pathos

Pathos merupakan cara untuk berbicara agar mampu menyentuh emosional audience. Banyak orang berbicara yang kurang berdampak bisa jadi karena apa yang ia bicarakan tidak menyentuh sisi emosional audience. Cara termudah untuk menggunakan teknik pathos adalah dengan bercerita. Cerita ternyata berdampak sangat besar. Apalagi orang Indonesia adalah tipe orang yang sangat senang cerita. Gunakanlah cerita saat Anda melakukan presentasi. Oia, cerita akan sangat berdampak jika itu adalah hal yang pernah Anda alami sendiri.

  1. Logos

Logos adalah cara untuk menyampaikan pesan dengan sederhana dan mampu diterima dengan mudah oleh akal atau pikiran audience. Logos akan sangat berkaitan dengan pemilihan kata. Pilihlah kata-kata yang mampu dicerna oleh audience Anda. Beberapa hal yang bisa dioptimalkan seperti menggunakan data atau statistic saat bicara. Hal itu akan sangat meyakinkan audience bahwa apa yang Anda sampaikan ada dasarnya. Cara lainnya adalah dengan menggunakan Analogi. Analogi adalah mengibaratkan sesuatu dengan benda atau hal lainnya. Mengenai analogi, Anda bisa membaca artikel lengkapnya di http://fauzinoerwenda.com/3-cara-mudah-menggunakan-analogi-dalam-presentasi/

Well, berbicara efektif itu ada caranya. Jika tahu caranya, tentu akan sangat mudah bagi Anda menyentuh jiwa audience. Sudah siap mempraktekan ilmu ethos, pathos dan logos? Yuk, saatnya naikan kualitas berbicara Anda semakin efektif.

Selamat mencoba.

Fauzi Noerwenda

Trainer Public Speaking

http://www.gpssbandung.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *